Masih Permulaan

Ya, hari itu akan segera dimulai. Kesibukan ini, kesibukan itu. “Menu makanannya apa? Yang harga berapa per porsi?” Mama saya berceloteh. Tak lama si Bapak tanya,”Undangan ada berapa orang? Ngga usah banyak-banyak!” pesannya. Tapi Mama menyahut, “Lho, temanku masa ngga diajak?”

Begitulah, pagi tadi agak ribut. Ini memang bukan mempersiapkan pesta pernikahan, tapi bukan juga perayaan ulang tahun atau hari kelulusan. Namun sudah cukup membuat saya penat. Harus berani bilang tidak.

“Jadi yang diundang saudara saja, ngga ada teman komunitas kita. Harga makanan tidak usah yang terlalu mahal. Ah, pakai sup ayam jagung jangan yang krim. Supaya semua orang suka..” Saya yang ganti cerewet (akhirnya) untuk menengahi perbedaan pendapat antara Mama dan Bapak saya. Mereka akhirnya setuju. Atau menyerah? Entah..

Sayang, ini masih permulaan.. semoga kamu juga mengerti kondisi ini..

-3 November 2010

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s