Ruang Doa

Setelah peristiwa itu, ruang doa yang saya kunjungi selama sepuluh tahun mendadak tak lagi memberi kenyamanan pada jiwa. Ruang yang kini memiliki altar indah (hasil renovasi) tak lagi menarik saya untuk berlutut. MenghadapMu.

Kalau beribadah butuh ketenangan, mungkin saya harus mencari ruang doa lain. Supaya bisa bertemu hanya denganMu.

Bukan mereka!
(Apa ini dosa?)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s