Protes

Apa yang diingini diri tak seperti adanya nyata. Di sini terlalu banyak hal yang memuakkan, dan membuat saya tersungkur di sudut ruang mimpi. Mimpi-mimpi yang entah kapan menjelma. Lalu saya mulai protes padaNya: kenapa dia bisa mewujudkan inginnya? Kenapa dia begitu bahagia dengan hidupnya sekarang? Lalu kalau mereka bisa, kenapa saya ngga bisa??

Pertanyaan itu terus menggantung ketika saya tak bisa memaksa keadaan seperti yang saya mau. Ada mereka yang menanti keberhasilan saya sehingga hidup dapat terus berjalan. Bisa menabung untuk masa depan. Bisa tetap makan tiga kali sehari. Bisa mencicip camilan. Bisa nonton film terbaru. Bisa beli buku pengarang favorit. Begitulah, saya kejar mimpi buat menghidupi saya. Tapi, entah kenapa. Ia seakan selalu menjauh. Seperti bayangan diri sendiri yang tak pernah bisa dipeluk..

Kalau memang tak semua mimpi bisa terwujud, apakah Kau bisa memberi petunjuk jalan lain yang lebih menjanjikan untuk hidup saya?

BBM saya, ya kalau sudah punya jawabnya.

Terima kasih..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s