Sejarah Kita

Malam itu inginnya berpuisi tentangmu. Tapi, kata romantis  sedang habis. Jadi, aku menarikmu kembali ke masa lalu. Mengingat sejarah pertemuan kita. Mengurai rasa saat itu, waktu aku dan kau sama belum tahu. Belum pasti bahwa akan ada masa depan tentang kita.

Di situ, di ‘meja lumut’ rumah makan itu -padahal tak ada sejumput pun lumut di situ- kita tertawa. Tentang keluguan dan kebodohan akibat cinta, ha-ha. Ditemani temaram lilin yang mengambang di atas minyak, seakan sampai pagi pun ia akan setia bersama kita. Sejarah kemudian ke masa depan. Ah, masih misteri, katamu. Jadi tak perlu dulu kita sentuh.

Sekarang, dua ribu sebelas, pun masih ada kau. Semoga akan menyempurnakan sejarah tentang kita, seratus tahun lagi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s