Tentang Perubahan

Kopi dan teh lemon menjadi teman kami malam itu di kafe seberang kantorku. Pembicaraan ringan kami terhenti ketika sayup-sayup terdengar lagu Keane di ruangan. “….everybody’s changing and I don’t feel the same..” “Aku suka lagu ini,” kataku tiba-tiba memotong pembicaraan sendiri. “Aku juga,” jawabmu. Sesaat kami diam menikmati suara Tom Chaplin.

“Kenapa orang bisa berubah?” tanyaku asal. Kau terdiam sejenak lalu mengambil cangkir kopi dan menghirupnya. “Karena dua hal. Satu, karena pengalaman. Dua, karena sakit hati.” Aku terpana menatapmu karena menjawab dengan serius. “Ohya?” sambungku. Sedetik kemudian kau mulai berfilosofi.

“Pengalaman adalah guru terbaik. Dari situ kamu bisa membandingkan satu dan lainnya kemudian mendatangkan pemikiran baru untuk merubah kondisi. Pengalaman juga membawa kamu bertemu banyak orang dan dari mereka timbul berbagai pendapat yang bisa mempengaruhi pola berpikir.”

Aku tersenyum sambil minum teh lemon yang masih hangat. Lanjutmu kemudian.

“Sakit hati sebetulnya alasan yang kerap menyebabkan perubahan. Ia datang ketika di dalam arena hubungan sosial tidak ada timbal balik yang seimbang. Kamu merasa sudah baik pada orang lain. Tapi orang lain tidak berbuat yang sama padamu. Kalau kamu keras hati dan merasa tidak terima dengan sikap itu, sakit hati yang muncul. Dari situ timbul perubahan sikap. Selengketnya lem dan kertas akan sobek bila terkena air. Seeratnya hubungan kamu dengan teman bisa hancur karena sakit hati.”

“Jadi tak ada yang abadi?” tanyaku. Kau tersenyum. “Di dunia mana ada yang abadi, sayang?” “Begitu pun cinta kita?” Kau tertawa. “Ada saatnya semua orang berpisah. Bila nanti kita terikat pun ada saatnya terpisah. Aku dulu mati atau kau dulu mati, siapa yang tahu? Kenapa? Takut mati?”

Aku menggeleng. Sambungku, “Aku takut kamu berubah.”

Jeda. Lalu kamu tersenyum kemudian berbisik,

“Ketika kita saling percaya, tak perlu ada takut..” (*)

 

 

Tulisan ini terinspirasi dari twitter seorang teman.

Beji, 14 Juli 2011

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Perubahan

  1. megah says:

    nice 🙂

    tetapi ketika perubahan muncul, dan bukan ke arah yang baik.. mengapa bisa terjadi?!? karena pengalaman kah? atau karena sakit hati kah? atau karena hal lain?

    *tidak mengerti

  2. arniarnie says:

    Perubahan ke arah yang tidak baik? ya bisa karena keduanya dong. Misalnya kita sakit hati terus menjauh dengan orang lain, berarti perubahan itu sebenarnya tidak baik ‘kan?

    hehe..semoga mengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s