Gereja Tua

Suatu kali, ia pernah datang ke gereja tua itu, sendirian. Mengucap harap, suatu saat bisa kembali ke situ dengan seseorang terkasih.

Tiga tahun kemudian, ia datang lagi ke situ. Menyambangi sebuah gua tempat Bunda bernaung dan mengucap syukur bahwa saat itu telah ada manusia yang menemaninya dalam hidup.

Tadi, ia kembali bersua dengan Sang Bunda. Meminta ingin supaya kebersamaan mereka abadi hingga ujung waktu.
17 nov 11

Advertisements

One thought on “Gereja Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s