Di Studio

Hari ini saya bahagia karena para muda itu akhirnya mempunyai inisiatif mencari literatur.

Buku (apalagi penuh dengan huruf-huruf saja) tidak terlalu menarik bagi mereka. Namun, buku penuh gambar pun belum juga membuat mereka beranjak ke perpustakaan kemudian meminjamnya. Padahal saya tahu, buku-buku itu amat berarti untuk tugas mereka. Pada akhirnya saya pancing mereka dengan beberapa buku. “Kok rajin amat bawakan buku untuk mereka? Apa dulu waktu sekolah, guru membawakan buku untuk kamu?” demikian pertanyaan seorang teman. Saya jawab tidak pernah. Tapi apa salah kalau saya berlaku kebalikan? Saya hanya ingin mereka bisa membayangkan apa yang ada di otaknya.

Awal diberi buku, mereka hanya lihat-lihat gambar saja. Belum mengambil esensi. Sekali, dua kali, hingga beberapa kali pertemuan, saya menjadikan buku sebagai acuan mereka mencari inspirasi dan akhirnya mereka tertarik! Beberapa orang mulai inisiatif ke perpustakaan untuk pinjam buku. Dan ternyata perkembangannya cukup menyenangkan. Inspirasi mereka lebih ‘aktif’ timbul dibandingkan lainnya yang hanya mengarang tanpa sumber atau hanya bengong di selasar dengan alasan cari ide.

Bila kata para penulis handal, “Membacalah dan kamu dapat menulis”, maka untuk para calon desainer bangunan itu: “Carilah inspirasi dari buku!”

 

Beji, 8 des 2011

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s