Dua Perempuan

Dua perempuan itu tampak sendu. Perjalanan hidup sudah di depan mata, namun entah mengapa kesempatan seperti mereka yang berlimpah harta dan kerja tak jua di depan mata. Kata orang, mereka berdua cerdas dan terampil. Tapi, mengapa nasib mereka tidak lebih baik dari pedagang yang sudah pasti tiap hari menuai rezeki?

Mereka berdua berkilah pekerjaan harus sesuai hati. Tapi, tampaknya tidak ada pekerjaan seperti itu. Yang ada kesempatan dan itu tak melulu sesuai hati. Padahal ahli karir pun menyatakan pentingnya ‘passion’ dalam bekerja. Bukan hanya mengejar uang, meski kita tetap butuh uang.

Dua perempuan itu masih mencoba menjalani hari. “Aku bingung di awal tahun belum tahu harus mengerjakan apa,” kata perempuan yang satu. “Berdoa saja,” sambung perempuan satunya.

Mereka rapuh tapi masih tetap saling memberi daya.

 

Beji, 7 Februari 2012

emptiness

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s