Kecil

Dalam suasana bekerja yang kemudian terjalin pertemanan memang sudah biasa. Keakraban kian rekat sejalan dengan profesionalisme saat menyelesaikan pekerjaan. Saya begitu bahagia bisa bersama mereka meski sempat terjadi suatu ketidakadilan. Ini menyebabkan saya merenggangkan dulu ikatan yang pernah ada. Merasa kehilangan? Ya. Namun, akhirnya waktu juga yang menyembuhkan rasa sakit hati. Kembali saya bersama mereka menjalin berbagai ide untuk kelanjutan pekerjaan kami.

Namun, kali ini kejadian tak mengenakkan kembali menghantui. Secara tak sengaja, akhirnya saya tahu mereka akan pelesir dan tentu saja tanpa mengajak saya! Saya tahu, pasti tak bisa ikut. Tapi, menawarkan pergi bersama itu menurut saya lebih adil daripada diam-diam bersenang-senang. Padahal, saya pernah jadi bagian mereka dalam bekerja.

Ah, pernah. Atau memang hubungan kami sebatas pekerjaan dan saya buruh jadi tak dianggap layak pergi bersama mereka. Tak layak bersenang-senang bersama mereka. I’m not part of them altough we have been together all those times.

Mungkin saya sedang sensitif, tapi saya merasa kecil sekali…

3 feb 2012
Tears on eyes 😦

Advertisements

2 thoughts on “Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s