Kau

Aku menemukan kau di antara jera penantian dan letih berharap. Hadir tanpa tiba-tiba, terasa aku sudah pernah berbicara sebelumnya. Di mana?

Seperti air, jalan kita kemudian mengalir begitu saja. Kadangkala menabrak bebatuan. Di situ saatnya memahami masing-masing karakter yang tak mungkin akan sama.

Tapi bukankah selalu ada kembaran rasa* yang membuat dua beda jadi satu? “Sudah baca buku ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku?'” Atau “Ke Fatahillah dan Museum Mandiri, yuk!” menjadi ajakan tak biasa. Dan beruntungnya, aku suka!

Kini, perjalanan pada bab yang baru tengah kita cicipi. Bagaimana rasanya menurutmu? Kalau perjalanan adalah proses, sepertinya kita seyogianya terus menciptakan rasa istimewa supaya kebersamaan tak kemudian terasa semu.

Dan sejauh ini, keberadaanmu telah membuatku menjadi seorang yang terus bersyukur. Dapat bertemu kau.

17 des 2012
Buat kau yang berulang tahun,
*teringat sepotong lirik lagu Float, Tiga Hari Untuk Selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s