Mabuk

aku sedang bercuap. menceritakan soal kepintaranku: mendalami teori, mencipta aplikasi, memberi solusi atas berbagai persoalan dunia yang pelik. ah, mereka  pasti akan segera menatapku, terpana. sebab mereka tak mampu bicara banyak soal teori sebaik aku. ya aku yakin itu!

aku terus bercerita tentang manusia, budaya, kebudayaan. bagaimana hubungan timbal-balik ideal yang akan menyejahterakan rakyat. sungguh, aku punya banyak teori yang bisa menjadi bahan untuk implementasi di lapangan. aku bisa menjadi pemecah persoalan kemiskinan yang kini kian mendera rakyat.

aku terus bercuap supaya dunia tahu bahwa aku ada. eksis diantara para ilmuwan yang cuma haus akan proyek komersial. ah, mana hati nuranimu, kawan? rakyat butuh kita. butuh ilmu kita yang harus diterapkan dalam kehidupan nyata.

aku katakan, hidup cuma sebentar. kapan kau berkarya bagi sesama? aku dengan tulisan, bicara, pasti mampu menghentikan praktik korupsi, monopoli. rakyat butuh aku.

aku…

saat ia bercuap, seorang pemuda dengan sapu di tangan menghampirinya lalu bertanya, “bapak sedang mabuk?”

22 maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s