Aside

Saling Memiliki

Pasangan kekasih itu terdiam di dalam sebuah resto. Mata si lelaki memeriksa ponsel. Mata perempuan menatap meja makan. Sesekali melirik si lelaki. Di situ hanya tinggal beberapa meja yang dikunjungi tamu. Sudah pukul 9 malam dan satu jam lagi resto akan tutup. Tapi mereka belum beranjak dari kursi. Makan malam sudah tandas. Kopi dalam cangkir si lelaki hanya tersisa ampas. Separuh es lemon gelas kedua milik si perempuan sengaja ia sisakan supaya masih bisa saling bicara. Tapi yang ada hanya diam.

Si perempuan akhirnya mengalah lalu berujar, “jadi kamu ingin kita selesai? Mengakhiri jalan bersama kita?” Si lelaki menarik nafas. “Masih perlu jawaban? Penjelasanku tadi belum meyakinkanmu?” sambungnya. Si perempuan tertunduk lalu berujar, hampir berbisik, “aku masih ingin bersama kamu. Memiliki.”

“Buat apa kalau kamu belum percaya padaku? Masih curiga bahwa aku tidak pernah bisa mencintaimu. Buat apa saling memiliki, bila salah satunya tidak mampu memberi kebebasan. Bila salah satunya tertekan.

“apa itu namanya saling memiliki?”

Kini si perempuan mulai terisak. Ia segera mengambil tisu dari atas meja dan menghapus air mata. Tak enak dilihat penjaga resto.

Si lelaki bicara lagi.

“Ada masa bertemu, ada masa berpisah. Aku rasa kita perlu berpisah untuk mengetahui apakah benar kamu perlu aku. Aku perlu kamu. Kalau hanya aku yang perlu kamu atau sebaliknya itu tidak adil. Tidak imbang.

“saling memiliki muncul ketika kedua belah pihak memang merasa membutuhkan. Di situ akan tercipta keharmonisan hubungan. Saling menghormati, saling memahami, saling percaya.”

Si perempuan mulai tenang. Si lelaki meneruskan bicaranya, “ada kalanya perpisahan dibutuhkan sebagai refleksi diri. Bila kita sudah paham terhadap diri sendiri, aku bisa kembali padamu. Kamu bisa kembali padaku.

“atau kita akan dipertemukan oleh orang lain yang mampu menciptakan rasa saling memiliki yang seimbang. Itu rahasia Semesta, Sayang.”

Si perempuan lalu menggenggam tangan si lelaki. Berharap dalam hati, Semesta akan mempertemukan mereka kembali. (*)

 

26 maret 2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s