Satu Nyawa

Mengingat-ingat masa ketulusan tanpa hasrat meminta

Hanya menerima dan mengabdi pada sebuah rencana

“Suatu saat kita akan gemilang,” janjinya

Dan menunggu adalah cara terbaik saat itu

Tapi menunggu ada batasnya

Sebab masing-masing kita punya jalur hidup yang berbeda

Tapi ia, mereka, belum punya kepastian

Lalu membiarkan segala sesuatu mengambang…

Hei, diambangkan itu adalah posisi terburuk yang pernah ada di dunia!

Akhirnya saya yang harus memastikan

Menyelesaikan semua rencana dan asa:

           Meninggalkan kebersamaan yang pernah ada

           Memaksa diri untuk tidak meminta kembali tulus dahulu

           (meski ternyata berat; dan ternyata itu bukan tulus saya yang sejati)

           Kemudian pergi mencari asa di sisi bagian lain bumi

 

Ya! Kau, kita, tidak pernah bisa mengabdi pada satu nyawa!

 

hari terakhir di Februari 2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s