korupsi

saya mau bicara topik agak berat: korupsi. tentang bagaimana sistem bisa membentuk kita menjadi seorang koruptor. jabatan yang tidak pernah bisa tetap, misalnya. yang selanjutnya menjadikan gaji tidak pernah naik, ketika harga di luar sana serba naik. kita yang memiliki keluarga lalu pontang-panting cari akal supaya semua anggota bisa makan dan sekolah. pengeluaran listrik, air, kebutuhan dapur, buku, tas uang saku anak, dan sebagainya mendadak bisa menjadi bom waktu yang mengharuskan kita mengambil keputusan: semua cara halal!

menaikkan harga apa pun saat kita diminta membeli sesuatu, tidak melaporkan keuangan secara transparan, tidak memberikan uang kepada yang seharusnya menerima, menipu bukti pembayaran, segalanya… yang bisa diakali supaya uang-uang itu secara aman masuk ke kantung. dan saat itulah korupsi terjadi. salah siapa?

ketika presiden mengucap soal revolusi mental, para pejabat tinggi dan pemikir itu yang seharusnya merevolusi mental terlebih dahulu. bukan semata profit lalu menginjak hak orang banyak. tidak selayaknya mereka yang bergelar doktor atau profesor bertindak seperti macan kelaparan: anak ayam juga dimakan demi perut kenyang. namun, setan lebih berkuasa. kebijaksanaan tidak kunjung tiba.

semua itu tengah bergerak lambat di depan mata saya dan semua cerita dengan tema sama terus mendengung di telinga saya. dari situ, sebuah tempat yang sempat saya hormati karena telah memberi saya ilmu.

dan satu hal yang saya benci adalah: tidak bisa berbuat apa-apa!

 

(tiga tahun di situ)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s