Lempar Handuk

Salah satu kelemahan saya adalah tidak bisa mengerjakan banyak hal dalam kurun waktu yang sama. Saya butuh kesempurnaan (meskipun tidak seratus persen). Saya butuh detail sehingga waktu konsentrasi lebih tinggi. Saya butuh kepuasan dari pemberi kerja atas pekerjaan saya.

Oleh sebab itu, ketika saya diberikan lebih banyak porsi pekerjaan, saya akan menolak. Padahal uang yang diterima akan lebih banyak, bukan? Tapi, itulah… semuanya tidak karena uang.

Dan atas penolakan pekerjaan itu, tidak semua atasan senang. Seperti pada kasus saya. Pada akhirnya, setelah menolak, ia –bos saya– mengolok: “lempar handuk.”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s