dua tahun lima bulan

Segala sesuatu memiliki waktunya sendiri. Termasuk anak. Di kala anak lain sudah terlihat pandai, saya kerap bertanya-tanya kapan anak saya juga memiliki kepandaian yang sama. Seperti bisa buang kecil sendiri –setidaknya ia bisa lapor dulu sebelum kencing di celana–. Atau saat menerima berkat di gereja, tangan merapat di depan dada supaya sopan. Sejak usia satu tahun, saya selalu ingatkan dan ajari. Tapi, ia tidak mau melakukan.”Nanti juga bisa sendiri,” kata ibu saya santai saat dengar keluhan saya.

Hingga pada usia dua tahun lima bulan, berbagai perubahan terjadi. Ia bisa lapor saat mau buang air kecil, merapatkan tangan saat menerima berkat di gereja. Selain itu sudah mulai bisa membuat tanda salib, merapikan mainan dan sepatu setelah dipakai.

Meski masih banyak hal yang ia belum mampu, saya sadar setiap anak punya waktunya masing-masing. Tidak perlu memaksa. Tidak perlu membandingkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s