Panti Paduan Suara

“Yerusalem…Yerusalem

Lihatlah Rajamu…”

Mungkin empat atau lima tahun lalu, saya ikut paduan suara gereja dan menyanyikan lagu tersebut dalam perayaan Minggu Palma. Ketika itu, saya masih bergabung dalam Orang Muda Katolik. Biasa disingkat OMK. Sialnya, pagi itu saya terlambat bangun.  Akibatnya saya harus menunggu di luar lapangan tempat pembukaan perayaan dilakukan. Tiga puluh menit kemudian, saya baru bisa ikut menyanyi di dalam gereja. Malunya bukan kepalang, meski teman-teman bilang, “ngga apa-apa.”

Saat-saat akan pentas paduan suara, merupakan waktu yang paling saya tunggu. Biasanya kami berlatih lebih sering malam hari pukul tujuh –agak terlambat sudah biasa 🙂 — hingga sekitar pukul sembilan. Pelatih utama kami, Mbak Ari, dengan gigih memadukan empat suara. Meski tampak lelah, toh akhirnya ia berhasil membuat kami mampu bernyanyi setidaknya sepuluh lagu!

Setelah menikah tiga tahun lalu, otomatis saya tidak lagi bergabung dalam OMK dan tentu saja paduan suara itu. Kerap ada rindu namun hanya bisa disimpan dalam hati.

Tadi sore, saya kembali mendengar lagu itu dalam suasana berbeda. Berdiri di panti umat sambil menggendong anak. Di antara daun-daun palma yang diangkat oleh umat, saya mengenang sejenak saat berada di panti paduan suara…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s