Mata

Pagi tadi saya pergi bekerja bersama suami. Anak sedang bermain rakit mobil. Saya agak was-was karena biasanya dia menangis atau merengek minta ikut. Bergantian kami pamit padanya. Dia masih asyik dengan mainannya. Ketika saya menutup pagar, dia menghampiri. “Hati-hati,” katanya. Saya jawab iya sambil melambaikan tangan. Dia membalas sambil terus menatap dari balik lubang lengkung motif pagar.

Mata yang membuat saya tersentuh.

(Stasiun UP – Depok Baru)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s