Di Bawah Jalan Layang Arief Rahman Hakim

Aku melangkah cepat setiap melewati tempat ini:

Jalan selebar sekitar empat meter dikuasai angkutan umum. Ada yang berhenti menunggu penumpang. Ada yang parkir sesukanya di tepi jalan dan si supir tertidur di dalamnya. Di seberang jalan penjual minuman asyik bermain telepon genggam cerdas. Di sampingnya penjual compact disk bajakan memamerkan dagangan. Suara Ebiet G Ade pun menggelegar, mungkin untuk menyejukkan suasana siang itu

Kupu-kupu kertas/yang terbang kian kemari/Aneka rupa dan warna/dibias lampu temaram

Tidak ada pepohohan hijau di situ. Pun di bawah jembatan layang penghubung antar jalan yang dipotong oleh rel kereta. Pasar di sisi utara dan stasiun antar kota di sisi selatan menjadikan lokasi di sekitarnya menjadi pusat kedatangan orang. Persis remah kue diserbu semut. Dan, ya bagian bawah jembatan tadi kemudian menjadi tempat serba guna. Pangkalan ojek, becak, parkir, atau area istirahat siapa pun yang mau.

Berbatasan dengan rel kereta, tumpahlah pedagang sayur, ikan, ayam, kelinci, buah, mainan anak, peralatan dapur. Campur baur di sela penumpang transportasi massal. Kau perlu berhati-hati sebab tidak ada jarak antar manusia di sini. Jika lengah, kau dapat tertabrak atau ditabrak. Bisa runyam.

Aku mempercepat langkah menuju ke ujung jembatan layang. Bangunan-bangunan di tepiannya seakan menjerit karena kesepian. Tidak lagi banyak pembeli mampir. Mungkin enggan dengan lingkungan yang diabaikan oleh pengelola kota (?).

Aku terus melangkah di atas trotoar yang tidak rata. Sesekali ke tengah jalan menghindari saluran air yang terbuka. Entah, berjalan sepanjang seratus meter di kota ini terasa menegangkan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s