Air

Ada yang salah pada diri saya: enggan berteman dengan air. Saya suka pantai tapi hanya dari tepi. Menyeberanginya, saya cuma sambil berdoa semoga kapal tidak terbalik atau ada gelombang tinggi. Pernah mengarungi sungai kemudian memasuki area laut di Kalimantan Tengah yang sukses bikin saya mabuk laut dan takut setengah mati. Padahal sudah pakai pelampung.

Atau saat berjalan menyusuri jalan batu di utara Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Debur ombak yang besar bikin saya tidak enak rasa lalu bilang, “Sudah, yuk..” Tidak ada romantisme di tepi air. Begitulah.

Dan kini, saya akan menghadapi kenyataan tempat tinggal nanti dilalui aliran sungai. Tidak, sungai tidak salah. Hanya kekhawatiran saya akan perlakuan pemerintah dan warga terhadap sungai selama ini belum maksimal. Akibatnya? Bisa kita lihat sendiri saat musim hujan tiba. Beberapa kasus menunjukkan, perlakuan yang tidak baik di hulu akan menjadi bencana di hilir. Dan saya menjadi was-was.

Suatu saat tiba waktunya berada di sana, kekuatan menjaga aliran air harus dibentuk supaya hidup selanjutnya tidak sekarat. Saya harus mulai berteman dengan air. Memahaminya.

snapseed-77

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s