Antara Billy Joel dan Tulus

Dilahirkan pada awal 1980-an dan besar di tahun 1990-an, membuat saya terpengaruh pada musik era 1970-an yang masih ‘hijau’ saat itu. Ketika SD, Ayah saya membeli kaset kompilasi lagu di eranya yang membuat saya saat itu sudah kenal lagu ‘Ben’ yang dinyanyikan Jacko, misalnya. Keasyikan mendengar lagu lama terus berjalan ketika saya aktif mendengar radio Bahana Metropolitan. Maafkan jika terasa tua, tapi lagu-lagu di situ bisa membuat saya terlelap di malam hari.

Satu lagu yang masih terngiang hingga sekarang adalah ‘Just the Way You Are’ milik Billy Joel. Saat pacaran, lagu ini ampuh sekali untuk membuat kita, hmm… saya tepatnya, bisa mencintai pasangan apa adanya. Yang benar? Iya, coba baca lirik ini:

Don’t go trying some new fashion
Don’t change the color of your hair
You always have my unspoken passion
Although I might not seem to care

I don’t want clever conversation
I never want to work that hard
I just want someone that I can talk to
I want you just the way you are

Lirik tersebut secara tegas menyatakan bahwa Joel, seorang lelaki, cuma ingin ada teman bicara. Pasangan yang asyik diajak melewati waktu bersama. Perempuan tidak perlu heboh operasi plastik supaya awet muda dan terlihat cantik. Yang penting selalu ada ketika lelakimu membutuhkan. Masa itu tahun 1977.

Setelah tahun 2000, saya semakin sulit menemukan lagu yang baik -menurut versi saya. Ketika MTV hilang dari acara televisi lokal dan kehabisan waktu untuk dengar radio, saya seperti tidak punya penyanyi favorit. Namun, sekitar 2014, saya terpana dengan suara Tulus, penyanyi asal Bandung yang beken dengan lagu berjudul ‘Gajah’. Tapi, ada judul lain yang sukses menyentuh hati: ‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’.

Aha, saya pun teringat dengan Joel. Judul kedua lagu itu mirip betul. Namun, beda generasi tentu beda pemikiran. Tulus menambahkan kata ‘jangan’. Terbalik dengan judul lagu Joel. Berikut ini salah satu potongan liriknya:

Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Engkau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan

Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan
ke depan

Tulus menginginkan lebih kepada pasangannya. Ia seakan memaksa agar perempuan lebih mendorong laki-laki agar semakin maju dan sukses dalam hidup mereka bersama. Lirik lagu Tulis lebih sederhana dibandingkan Joel. Ini memang perbedaan lagu masa kini dengan masa lampau. Namun, esensi tetap sama: menyanjung perempuan yang dicintainya. Berharap pada perempuan yang disayanginya.

Aku ingin lama jadi petamu
Aku ingin jadi jagoanmu

I said I love you and that’s forever
And this I promise from my heart
I couldn’t love you any better
I love you just the way you are…

 

(Depok hujan 7:25 PM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s