Hari Ini

Pada suatu masa, aku bertanya apakah ada ruang rasa buatku?

Tidak ada, jawabnya. Sebab, baginya masa lalu adalah indah. Masa lalu adalah kebahagiaan. Meski ia tidak ada pada hari ini.

Aku terpukul. Benci. Menangis. Merasa kalah pada sebuah masa lalu yang ranum. Kukira aku lebih ranum.

Tapi, hidup memang buat hari ini. Ia pun terkubur bersama masa lalunya yang tidak pernah nyata. Kini, ia hanya hidup bersama kenangan.

Aku hanya bisa melihat mereka dari jauh yang kian mengecil, kemudian hilang di ujung jalan. Bersamaku telah ada hadiah yang kuyakini hadir karena aku mencintai hari ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s