Bunga Tidur #2

Di dalam balutan ruang dan waktu lampau, aku terbawa dalam bunga tidur malam tadi. Kau kembali menjelma utuh di hadapanku. Berbaur dengan duka dan rindu. Langit sore menjelang malam menjadi latar kehadiranmu. Sedang aku terus mencoba menciptakan pembicaraan yang lama tiada.

“Kita mau pergi ke mana?”

“Sesukamu.”

“Aku ingin ke taman. Di ujung sana ada taman dengan kerlip lampu.”

Kami berjalan ke sana. Titik-titik lampu bohlam mungil mengajak kami tersenyum bahagia. Merah, hijau, kuning. Mereka tampak meriah. Kau pun terpukau. Di sela pohon rendah, wajahmu tersapu kerlap-kerlip lampu. Wajah yang menyimpan (terlalu) banyak rahasia, hingga saat bertemu denganku pun kau enggan bicara.

Tiba-tiba taman itu gelap. Lampu-lampu tadi mati dan aku mulai sibuk mencari kau. Seperti biasanya, kau kemudian menghilang dan entah kapan aku bisa menemukanmu kembali. Aku mendongak menatap langit berawan. Berharap purnama muncul dan menemaniku menemukan jalan pulang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s