Buat Sarjana yang Baru Lulus

Nak,

Selamat atas selesai masa sekolahmu. Perjalanan empat atau lima tahun di gedung bernama kampus, tentu tidak mudah. Di situ, tentu kau belajar banyak hal. Mulai dari menyelesaikan tugas tepat waktu, menunggu penilaian dari dosen dengan jantung berdebar, atau menahan emosi ketika kerjasama dengan teman kelompok.

Semua bahagia dan pahit sudah kau terima. Lalu sekarang apa? Dengan hasil jerih payah yang telah kau dapat, kau mau apa?

Kerja! Ya, tentu kerja. Ilmu atau keterampilan yang kau miliki harus jadi landasan untuk bekerja meraih cita. Sebentar, kerja buat mendapat apa? Uang!

Apa sekadar uang?

Saya paham, sekolah butuh uang dan orangtua yang berkewajiban mengeluarkannya –jadi, kau membuat kesalahan besar jika mengabaikan sekolahmu sampai ‘drop out’– Kini, saatnya kau ‘mengembalikan’ uang mereka. Walau kau sesungguhnya tidak pernah mampu melunasi ‘utang’-mu kepada orangtua.

Lalu, kau mau gaji berapa untuk memenuhi dompet atau rekeningmu? Ini yang saya tidak habis pikir. Beberapa sarjana baru lulus, sudah mematok gaji tinggi. Tinggi berkisar lima juta ke-atas. Entah karena mereka merasa lulusan terbaik atau dari kampus ternama.

Sebentar, pengalaman apa yang kau miliki? Apa kehebatanmu dibanding sarjana sebelah saya yang sudah lima tahun bekerja? Indeks presentasi kumulatif yang hampir empat? Belum tentu!

Bekerja tidak semata cari uang. Kau butuh pengalaman. Kau butuh mengalami berbagai situasi sehingga kau memang kuat bertahan di tengah ‘sikutan’ pekerja lain. Kau juga harus tahu strategi supaya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Kau juga harus bertahan dengan ‘cacian’ pemilik kerja. Tidak apa, itu untuk melatih mental dan otakmu supaya tidak lembek.

Setelah kau tahu bagaimana susahnya cari uang, kau akan semakin mapan. Kau semakin mahir dalam keterampilan dan bicara dengan pemilik kerja atau rekan kerja. Itu tidak mungkin dicapai dalam setahun! Jadi, sabar saja!

Nah, selama kau belum mampu dengan kondisi tersebut, ikuti saja air yang mengalir. Berapa pun perusahaan yang akan beri sebagai imbalan, coba saja terima. Dengan catatan, kau bekerja pada bidang yang kau cintai dan tidak ‘tekor’ untuk ongkos pergi-pulang dalam sebulan. Kepandaian menghitung ongkos ini sebetulnya bisa diperoleh saat sekolah. Mungkin kau pernah membantu sebuah pekerjaan. Tapi, sekali lagi, kau ‘hanya’ sarjana yang baru lulus. Terima dulu status itu.

Menerima status ‘baru lulus’ memang tidak mudah. Terlebih pada mereka yang merasa sudah mampu sekolah dan bekerja. Namun, percayalah, ketika kau rendah hati dan cakap dalam bekerja rezeki akan mencarimu. Perusahaan besar akan berlomba menarik perhatian dengan nilai gaji yang besar.

Kau hanya butuh waktu. Itu saja.

 

(Minggu sore ketika hujan deras)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s