Pulih

Merabamu kini punah

Bertukar cerita tampak payah

Adakah lagi arti bersama

Di dalam beda?

 

Mentari masih sama bentuknya

Sinarnya berpantulan saat kita saling tertawa

di bawah pohon kersen itu;

Rindu

 

Hujan masih sama dinginnya

Ketika kau cerita sebuah rahasia

Kita lupa,

Ada rintik-rintik air yang mendengarnya

 

Jika hari itu dan hari ini berubah

Sesungguhnya aku tidak mau;

Dalam menjaga satu

Apakah kita telah lelah?

 

Di tahun ini

Telah banyak tangis diam-diam

Kepada-Mu kukirim doa sendiri

Setiap malam:

negeri ini pulih kembali.

 

(Beji, 30 Desember 2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s