Pandangi Langit Malam Ini

Aku melihat mereka yang kukenal –kerap mencipta tawa, pendengar cerita suka dan sedih dariku, atau berdiskusi bahan ajar– sedang di sebuah ruangan. Dengan wajah penuh amarah, mereka sedang bersiap melakukan gerakan.

Aku hendak menyapa mereka, tapi terlalu takut. Sepertinya mereka tidak lagi bisa melihatku. Mungkin aku sudah dianggap debu atau barang rusak yang bagusnya dibuang ke gudang jiwa mereka.

Gerakan-gerakan itu telah mengantar mereka pada sebuah perjalanan baru. Aku menghargai walau harus menahan perih: dilupakan. Perlahan kutinggalkan mereka saat terus meneriakkan berbagai kalimat-kalimat yang enggan aku dengar.

Entah dari mana datangnya, tiba-tiba kudengar syair lagu ini:

Bila kau rindukan aku, putri
Coba kau pandangi langit malam ini
Bila itu tak cukup mengganti
Cobalah kau hirup udara pagi, aku di situ

Lagu “Pandangi Langit Malam Ini” milik Jikustik terus kudendangkan saat bangun dari mimpi itu. Ya, aku memang rindu mereka…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s