Soulmate

Kepada AD dan ME:

Adakah kau berdua mengerti tentang pasangan jiwa? Tautan yang tak lekang oleh waktu; keseimbangan; keselarasan. Jika salah satu hilang, lainnya akan goyah, lalu kelamaan menjadi hancur.

Pada masanya, kau berdua mencipta banyak karya indah. Dunia terhanyut oleh cinta yang kau berdua sebarkan lewat nada. Segala pekerjaan dengan kasih akan indah hasilnya. Pun dengan tatanan musik dan syair puitis itu; sanggup menyihir setiap orang yang percaya dengan ketulusan cinta.

Kemudian, setelah puncak jaya menaungi kau berdua, kekuatan cinta diuji. Ujian yang secara alami tiba ketika kesempurnaan tampak berkuasa. Sayangnya, cinta itu runtuh secara perlahan. Kesejukan yang ada, berubah menjadi terik. Suhu semakin meningkat dan membakar perjuangan bersama masa lalu.

“Tidakkah kau ingat surat cinta pertama kita?”

Setelah bejana cinta itu terpecah, kepingannya terkubur dalam ingatan-ingatan mereka yang masih mendamba lagu cinta kau berdua. Tiada lagi kini musik pengantar rindu di sudut hati. Kau berdua menjadi terasing dan seperti pohon kering. Enggan mati dan berusaha berdiri tegak di tengah gerlap dunia itu. Kau berdua, masing-masing, kembali mencipta denting piano, tapi hambar. Kesendirian membuat kau berdua sekarat. Mati cipta.

“Aku bisa membuatmu kembali jatuh padaku.”

Kini hanya untai nada-nada lama yang kerap berbisik di telinga. Usang tapi tetap dirindukan. Ah, kita tidak sedang bercinta lagi, bukan?

Beji habis hujan, 10 April 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s