Ketika Mereka Pergi

Ada pola yang sama ketika mereka hendak berpulang. Rasa ingin bertemu dengan teman-teman di media sosial atau sekadar menumpahkan isi hati; ya, mungkin supaya teman-teman menoleh dan memberi komentar di dalam statusnya.

Sayangnya, tidak semua teman peka. Mereka dianggap sedang iseng atau rindu saja karena lama tidak menampilkan diri di dunia maya. Status mereka diacuhkan, lalu mereka terlupakan oleh hal lainnya. Hingga pada suatu masa, mereka tidak lagi bisa mengetik kata hati, isi pikiran, komentar di dinding akun. Teman-temannya mendadak membanjiri akun dan mengucapkan selamat jalan. Berharap di surga nanti, mereka sempat pinjam ponsel malaikat untuk memeriksa akun (?) Status-statusnya kemudian dibaca kembali oleh teman-teman dan mereka menyesal tidak menanyakan kabar atau melanjutkan kepada sebuah pertemuan.

Kita hanya butuh peka, terutama kepada teman lama yang tidak sempat bersua. Jika waktu belum mengizinkan untuk bertemu, kirimkan saja doa kepada mereka agar sehat dan sejahtera.

Kepada teman-temanku yang telah mendahului, terima kasih telah menjadi mitra seperjalanan. Bahagia selalu dalam keabadian.

 

(Buat: Bambang Sutikno).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s